Ibadah | Kerja | Makan | Ngeblog

Komposit Citra Menggunakan Software ERMapper dan Software Envi

1) Seputar Komposit Citra

a) Citra Landsat 7 ETM+
Citra Landsat TM dan Landsat ETM+ memiliki persamaan, dimana keduanya memiliki ukuran piksel sebesar 25 meter. Bagaimanapun juga citra Landsat ETM+ memiliki band pankromatik yang mampu menghasilkan citra pankromatik dengan resolusi 12,5 meter. Hal ini memungkinkan untuk menghasilkan citra multispektral pankromatik yang dipertajam (citra gabungan pankromatik dan multispektral dengan resolusi spectral 7 band dan resolusi spasial 12,5 meter) tanpa merektifikasi citra yang satu ke citra lainnya. Hal ini disebabkan citra pankromatik dan multispektral direkam dengan sensor yang sama sehingga bisa diregister secara otomatis.
Citra Landsat 7 juga memiliki band thermal yang dipertajam. Sensor ETM+ menggunakan panjang gelombang dari spectrum tampak mata sampai spectrum infra merah. Secara radiometric, sensor ETM+ memiliki 256 angka digital (8 bit) yang memungkinkan pengamatan terhadap perubahan kecil pada besaran radiometric dan peka terhadap perubahan hubungan antar band.

b)Resolusi Spektral
Resolusi spektral merupakan interval panjang gelombang khusus pada spektrum elektromagnetik yang direkam oleh sensor. Semakin sempit jarak interval spektrum elektromagnetik, resolusi spectral akan menjadi semakin tinggi. Contoh SPOT pankromatik band 3 mempunyai lebar interval 0.51-073 m. sedagkan TM3 mempunyai lebar interval 0.63 – 0.69 m, sehingga resolusi spektral SPOT lebih tinggi dari TM3.
Resolusi spektral menunjukkan kerincian λ yang digunakan dalam perekaman obyek. Contoh resolusi spektral SPOT-XS lebih rinci daripada SPOT-P. Keunggulan citra multispektral ialah meningkatkan kemampuan mengenali obyek karena perbedaan nilai spektralnya sering lebih mudah dilakukan pada saluran sempit. Tiga data multi spektral hitam putih dapat dihasilkan citra berwarna. Apabila data multispektral itu tersedia dalam digital akan dapat diolah dengan bantuan komputer. Kelemahannya ialah bahwa resolusi spasialnya menjadi lebih rendah. Artinya antara resolusi spasial dan resolusi spektral terjadi hubungan berkebalikan.

c) Komposit Citra
Dalam menampilkan sebuah image color composite terdapat tiga (3) warna utama yang digunakan yaitu warna merah (red), hijau (green), dan biru (blue). Ketika tiga warna utama tersebut dikombinasikan dengan variasi yang berbeda-beda yang didasarkan pada kombinasi spectral band maka akan memperoleh hasil yang berbeda-beda. hasil dari kombinasi band-band itulah yang dinamakan composite image atau citra komposit.

~Komposit Citra True Color
Komposit Citra True Color adalah dimana komposit warna ini merupakan gambaran citra dengan warna natural atau merupakan gambaran citra yang sesuai dengan kondisi permukaan bumi yang sebenarnya. Untuk membuat true color composite menggunakan yaitu dengan menggunakan tiga (3) band visible spectrum yaitu red/visible red, green/visible green, blue/visible blue.

~Komposit Citra False Color
Dalam membuat citra komposit juga dikenal istilah false color composite dimana pada hasil komposit warnanya bukan merupakan gambaran permukaan bumi yang sebenarnya, akan tetapi dengan false color composite ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan objek-objek yang ada pada citra.

2) Komposit Citra Menggunakan ERMapper
Berikut adalah langkah-langkah komposit citra menggunakan ErMapper.
  • Buka software ErMapper | kemudian pilih menu View, pilih Algorithm | klik kanan pada Default Surface, pilih Red Green Blue.
Gambar 1. Mengubah Default Surface menjadi Red Green Blue
  • Klik toolbar Duplicate pada daftar Pseudo Layer sehingga terduplikat menjadi 3 (tiga) seperti yang terlihat pada Gambar 3.
Gambar 2. Duplikasi Pseudo Layer

  • Klik kanan pada masing-masing Pseudo Layer dan ubahlah daftar Pesudo Layer menjadi Red Layer, Green Layer, dan Blue layer.
Gambar 3. Merubah Pseudo Layer menjadi RGB
  • Load Dataset pada setiap layer, Red untuk band 3, Green untuk band 2, Blue untuk band 1 | klik button ‘OK this layer only’ pada setiap Load Dataset.
Gambar 4. Load dataset citra

Gambar 5. Citra yang telah dilakukan komposit
  • Langkah selanjutnya adalah simpan citra yang telah dikomposit | klik kanan pilih File kemudian Save As | simpan pada direktori folder yang diinginkan, kemudian klik OK | lalu muncul jendela Save As ER Mapper Dataset, ubahlah Output Type menjadi RGB | klik OK, tunggu proses Writing file | klik OK
Gambar 6. Proses penyimpanan file komposit
  • Lakukanlah langkah yang sama seperti diatas untuk band dengan komposisi [432], [731], [457], [453].

3) Komposit Citra Menggunakan Envi
Berikut adalah langkah-langkah komposit citra menggunakan Envi.
  • Bukalah software Envi | kemudian Open File Image seluruh citra sehingga muncul daftar image pada jendela Available Band List.
Gambar 9. Open File Image seluruh citra
  • Ceklis RGB Color, kemudian klik dan urutkan R untuk band 3, G untuk band 2, dan B untuk band 1 | kemudian klik button Load RGB sehingga muncul hasil komposit citranya pada jendela layar citra.
Gambar 10. Hasil komposit citra RGB band 3,2,1
  • Selanjutnya dengan langkah yang sama akan dicoba penggabungan band 4,3,2 sehingga muncul hasil komposit citranya seperti gambar berikut.
Gambar 11. Hasil komposit citra RGB band 4,3,2

  • Lakukanlah langkah yang sama seperti diatas untuk band dengan komposisi [731], [457], [453].
4) Hasil Kombinasi Band Citra Satelit
a. Komposit Band 321
Komposit band 321 (seperti yang dapat dilihat pada Gambar 12) merupakan warna natural sehingga cocok untuk menginterpretasi objek sesuai dengan keadaan sebenarnya di permukaan bumi. Band 3 mendeteksi penyerapan klorofil, band 2 mendeteksi reflektan hijau dari vegetasi dan band 1 cocok untuk penetrasi air.

Gambar 12. Hasil komposit band 321

b. Komposit Band 432

Pada kombinasi 432 menghasilkan false color, dikarenakan hampir semua daratan berwarna merah, seperti yang dapat dilihat pada Gambar 13. Hal ini dikarenakan band 4 mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, band 3 mendeteksi tanah yang membuat berwarna hijau atau coklat tergantung kelembaban dan kandungan organik ,band 2 yang memberi warna biru gelap pada laut menandakan laut tersebut dangkal atau membawa sendimen dilaut tersebut. Komposit band ini biasa digunakan untuk mendeteksi objek  vegetasi

Gambar 13. Hasil komposit band 432

c. Komposit band 731
Komposit band 731 (seperti yang dapat dilihat pada Gambar 14) dapat membedakan jenis batuan. Band 7 sangat sensitif terhadap radiasi pancaran sehingga dapat mendeteksi sumber panas. Band 3 mendeteksi penyerapan klorofil. Band 1 cocok untuk penetrasi air hingga pada perairan jernih bisa masuk sekitar 25 meter, dengan kata lain kita bisa juga mendeteksi transportasi sedimen di perairan. Band 1 juga dapat membedakan tanah dan vegetasi serta tipe-tipe hutan


Gambar 14. Komposit band 731
d. Komposit band 457

Band 5 sensitif akan variasi kandungan air, vegetasi berdaun banyak dan kelembapan tanah. Band ini mencirikan tingkat penyerapan air yang tinggi, sehingga memungkinkan deteksi lapisan air yang tipis (kurang dari 1 cm).  Variasi dari kandungan Fe2O3  pada batuan dan tanah dapat dideteksi, apabila pantulan yang tinggi berarti memiliki kandungan yang banyak. Pada komposit ini, vegetasi berwarna kemerahan, ketika tanaman mempunyai kondisi kelembapan yang sedikit rendah, tingkat pantulan band 5 relatif tinggi, yang berarti semakin banyak warna hijau, sehingga menghasilkan warna oranye. Hijau akan semakin mendominasi ketika pantulan vegetasi semakin rendah di VNIR dan meninggi di SWIR. Tanah tanpa vegetasi dan area permukiman akan nampak biru kecoklatan.

Gambar 15. Komposit band 457

e) Komposit band 453
Pada komposit ini tipikal kombinasi komposit false color seperti di foto udara. Saluran 4 mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, juga membedakan tipe vegetasi, selain itu membedakan tanah dan perairan. Kombinasi ini menampilkan vegetasi berwarna merah, merah yang lebih terang menandakan vegetasi yang lebih dewasa. Tanah dengan sedikit atau tanpa vegetasi antara putih (pasir atau garam) sampai hijau atau coklat tergantung kelembapan dan kandungan organik. Air nampak biru, perairan jernih akan terlihat biru gelap atau hitam sedangkan perairan dangkal atau air dengan konsentrasi sedimen tinggi akan nampak biru muda. Area permukiman berwarna biru kecoklatan. Berikut adalah hasil komposit band 453 seperti yang dapat dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Komposit band 453

5) Tabel Tingkat Kemudahan Pengenalan Objek


Keterangan :
Sm = sangat mudah
S = Sulit
m = Mudah
ss = Sangat Sulit
as = Agak Sulit


6) Kesimpulan
  • Landsat 7 memiliki 8 saluran yang berbeda-beda. Tingkat kemudahan pengenalan objek berbeda-beda disebabkan saluran yang digunakan juga berbeda. Komposit citra membantu kita dalam mengintepretasi suatu objek berdasarkan saluran band yang digunakan. Tanpa komposit citra suatu objek tertentu sulit dibedakan terhadap objek yang lain. 
  • Band-band tidak dapat digunakan secara terpisah, untuk dapat diasosiasikan menjadi warna yang dapat dibaca dan diinterpretasikan oleh mata normal manusia, diperlukan band lain untuk dikompositkan dalam kanal RGB.
  • Komposit B3 B2 B1, merupakan true color composite atau natural color atau warna sebenarnya yang ada di permukaan bumi.
  • Terkadang dalam komposit citra menghasilkan warna dimana mudah untuk mendeteksi suatu objek namun sulit untuk mendeteksi objek yang lain.
Daftar Pustaka:
NN.,2014., Resolusi Citra Penginderaan Jauh
http://www.academia.edu/8501676/Resolusi_Citra_Penginderaan_Jauh.pdf
diunduh pada 9 November 2015

Nurcahyanto, Sistem Satelit Landsat
https://nurcahyanto88.wordpress.com/2011/03/30/sistem-satelit-landsat-7-etm/
diakses pada 9 November 2015

Rara, Jisby.2013, Format Data Dalam Penginderaan Jauh Serta Komposit Warna https://www.academia.edu/9677998/format_data_BIL_BIP_BSQ_dalam_Pengin deraan_Jauh_serta_Komposit_Warna.pdf
diunduh pada 9 November 2015
Labels: Indraja

Thanks for reading Komposit Citra Menggunakan Software ERMapper dan Software Envi. Please share...!

0 Comment for "Komposit Citra Menggunakan Software ERMapper dan Software Envi"

Back To Top